Pagelaran GAIKINDO Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) tahun 2021 di Surabaya kali ini dimeriahkan dengan kehadiran peserta dari Antasena ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) Automotive Team.
Kehadiran Antasena ITS Automotive dalam memperkenalkan sebuah kendaraan yang mendukung pesan sama dengan misi penyelenggaraan GIIAS 2021 untuk lebih mengenalkan kendaraan ramah lingkungan kepada masyarakat.
Anggota Antasena ITS Automotive Team, Kidung menjelaskan pada pameran GIIAS 2021 kali ini timnya akan membawa beberapa model ada, 4 mobil rakitan, seperti Antasena Hydra, Anargya Formula EV Mark 2.0, Nogo Geni VI, dan XI Evo 2.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah dijelaskan oleh tim Antasena Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di Surabaya, Kamis (9/12). Dari situ, terdapat beberapa profil kendaraan berbasis hidrogen berjuluk Antasena itu.
“Antasena telah memiliki efisiensi sebesar 77 persen sebagai bahan bakar tunggal. Antasena memulai perjalanan sejak 2010 yang dibangun dengan penelitan untuk mewujudkan eco-car dengan nol-emisi. Dengan Antasena, ITS berambisi mengambil bagian dalam dunia energi terbarukan dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik," tulis Kementerian Perindustrian yang dilansir dari siaran pers.
Namun, perjalanan kendaraan hidrogen ini dimulai 2010 sejak salah satu dosen Material dan Metalurgi ITS, Sutarsis mengumpulkan mahasiswa yang tertarik meneliti teknologi penyimpanan tabung hidrogen. Dengan didorong ramainya perbincangan riset mobil hemat energi maka terbentuklah tim mobil hemat energi berbasis hidrogen.
Berawal dari nama Antasena yang dipakai oleh tim itu dari tokoh pewayangan yang perkasa dan sakti di air yang diadopsi karena mencerminkan unsur hirdogen atau H20. Selanjutnya, pada 2011 tim tersebut membual prototipe mini dan meramaikan kompetisi SEM Asia 2012. Full cell MES-DEA dari Swiss digunakan untuk manufaktur pertama Antasena kala itu.Tantangan dan rintangannya, mobil hidrogen Antasena mengalami masalah teknis dan gagal dalam pemeriksaan teknis di kompetisi SEM yang digelar di Sepang, Malaysia.
Antasena dengan seri PX hasil kerja sama dengan Triais Composites menjadi mobil yang kembali berkiprah di ajang SEM 2014 di Filipina. Kembali masalah melanda, kali itu Antasena mengalami masalah pada bodi.
Selain itu, tim membentuk unit baru bernama STRD atau pengembangan riset iptek yang kemudian mengantar kelahiran Urban Class pertama bernama Antasena Orion atau Black Mamba. Orion ini digerakkan oleh motor listrik dan meraih juara 3 pada KMHE 2018 Padang.
Ixilu, tim Antasena pun melanjutkan perjalanan dengan di SEM Asia 2019. Sebuah sel bahan bakar baru (Horizon H-1000) dibeli selama persiapan untuk kompetisi. Sebelum kompetisi, tak terhitung banyaknya test drive yang dilakukan hingga tim siap bertanding.
Perlu diketahui, sejarah Antasena pun tercetak dengan predikat juara 2 SEM Asia 2019 untuk kategori hydrogen urban concept, linde special award, dan 2nd place di DWC Asia Qualifiers. ZAH/FBC