Pada 2025 PLN Bangun Pembangkit EBT 10,6 Gw
Pada 2025 PLN Bangun Pembangkit EBT 10,6 Gw
Media Name :
Jawa Pos
Publish Date :
Monday, 06 December 2021
News Type :
Article
Section/Rubrication :
Ekonomi bisnis
News Page :
5
News Size :
800 mmk
News Placement :
Front Cover Page
News URL :
-
Journalists :
dee/cl3/dio
Mindshare :
EBTKE
Tonality :
Neutral
Topic :
energi hijau
Ads Value :
88,800,000
PR Value :
266,400,000
Media Score :
-
Media Tier :
-
Resources
  1. Zainal Arifin - Executive Vice President of Engineering and Technology PIN
  2. Didik Sudarmadi - Direktur Utama PLN Enjiniring
JAKARTA - Komitmen target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 menjadi perhatian utama PT PIN (Persero). Executive Vice President of Engineering and Technology PLN Zainal Arifin menuturkan, pihaknya memproyeksikan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dengan daya sebesar 10,6 gigawatt (gw).

Penambahan pembangkit EBT juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap PLTU. Zainal memerinci, dari 10,6 gw, 1,4 gw di antaranya menipakan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP)dan 3.1 gw berupa pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kemudian, porsi pembangkit listrik tenaga rnikrul lidru (PLTN) 1.1 gw; pembangkit listrik tenaga surya (PLIS) 3,9 gw; pembangkit listrik tenaga bayu (PL1B) 05 gw; dan pembangkit listrik tenaga biomassa (PITBio) 0,6 gw.

"PLN telah memetakan peluang yang dapat di man taatkan untuk mendukung program percepatan Carbon Neutral 2060. Sal all satunya adalah peta jalan (roadmap) pengembangan pembangkit EBT sesuai dengan RIJPTL 2021 -2030," ujar Zainal.

Menurut dia, program transisi energi yang saat ini dijalankan PLN menghadapi tantangan tersendiri, termasuk bidang engineering. Karena itu, pihaknya mendorong anak usaha, PT PLN Enjiniring, untuk menggalakkan inovasi. Hal tersebut mengingat pembangkit EBT di masa mendatang bakal menjadi base load sistem kelistrikan nasional.

"Tran sis i men cip taka n mode 1 baru. Mulai sistem yang tersentralisasi ke vangdesentral-isasi, investment driven menjadi lebih budget friendly, operasional secara terpusat menjadi lebih fleksibel, TI dari sekadar support inenj'Martificial Intelligence dan machine learning. Serta, yang tidak kalah penting, dari mayoritas menggunakan bahan bakar fosil menjadi sumtier terbarukan yang ramah lingkungan," paparnya.

Direktur Utama PLN Enjiniring Didik Sudarmadi pun menangkap optimisme dunia dalam menyongsong transisi energi global yang mengarah pada energi baru terbarukan dan karbon netral. "Hanya saja, situasi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, di tambah krisis energi beberapa negara di dunia masih berdampak terhadap program transisi energi," jelasnya. (dee/cl3/dio)