Rencana Ekspansi Elnusa di Bawah Kendali PHE
Rencana Ekspansi Elnusa di Bawah Kendali PHE
Media Name :
Kontan Harian
Publish Date :
Monday, 06 December 2021
News Type :
Article
Section/Rubrication :
Industri
News Page :
13
News Size :
400 mmk
News Placement :
Front Cover Page
News URL :
-
Journalists :
Filemon A. Hadiwardoyo, Tedy Gumilar
Mindshare :
Minyak Dan Gas Bumi
Tonality :
Neutral
Topic :
elnusa
Ads Value :
19,200,000
PR Value :
57,600,000
Media Score :
-
Media Tier :
-
Resources
  1. Ari Wijaya - Sekretaris Perusahaan PT Elnusa Tbk
  2. Arya Dwi Paramita - Sekretaris Perusahaan Subholding Upstream Pertamina
JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina resmi memegang 51% saham PT Elnusa Tbk (ELSA).

Sekretaris Perusahaan Subholding Upstream Pertamina, Arya Dwi Paramita mengungkapkan, dengan kepemilikan saham mayoritas di Elnusa, maka akan semakin memperkuat kolaborasi dan sinergi di lingkungan Subholding Hulu Pertamina. Pertamina berharap mampu berandil dalam pemenuhan energi sesuai target produksi hulu migas nasional sebesar 1 juta barel per hari (bopd) dan 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

"Melalui aksi korporasi ini, PHE sebagai Subholding Upstream optimistis dapat meningkatkan performa, khususnya Elnusa dapat memperbesar peluang meningkatkan volume pekerjaan dan peningkatan utilitas peralatan atau aset yang dapat meningkatkan efisiensi," kata dia kepada KONTAN, Minggu (5/12).

Arya menyebutkan, masih ada peluang bisnis baru yang dapat dilakukan seperti pelaksanaan komitmen kerja pasti (KKP) di area terbuka, pelaksanaan abandonment site restoration (ASR) hingga kegiatan remediasi lingkungan.

Dia pun memastikan, sebagai pengendali ELSA, penyusunan strategi ELSA nantinya dapat sejalan dengan strategi Subholding Hulu Pertamina.

"Sehingga memudahkan ELSA dalam melakukan prioritas investasi dan pencapaian target," jelas Arya.

Ekspansi

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Elnusa Tbk, Ari Wijaya mengungkapkan, portofolio bisnis ELSA ke depan masih akan tetap memperkuat dan mempertahankan segmen yang selama ini sudah mereka kuasai. Sejumlah segmen tersebut antara lain untuk hulu migas, distribusi dan logistik energi, serta segmen bisnis penunjang.

"Dengan PHE sebagai pemegang saham mayoritas, maka kami akan meningkatkan sinergi untuk menggarap proyek pada segmen hulu migas. Terlebih dengan anak usaha PHE atau KKKS dan perusahaan jasa lainnya," terang Ari kepada KONTAN, kemarin.

Saat ini, secara konsolidasi Pertamina berkontribusi sekitar 75% dari total pendapatan ELSA. Kendati demikian, Ari memastikan pihaknya tetap berupaya memperluas kerjasama dengan mitra di luar Grup Pertamina.

"Kami berusaha menggarap dan memperluas kerjasama dengan perusahaan energi lainnya. Kami juga bersinergi dengan perusahaan jasa konstruksi lainnya. Karena potensi yang sangat besar, memberikan potensi sinergi yang besar pula," pungkas Ari.

Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, pendapatan Elnusa mencapai Rp 5,71 triliun. Jumlah itu menurun 0,71% dibandingkan pendapatan di periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,76 triliun.

Dari sisi bottom line, Elnusa membukukan laba bersih senilai Rp 37,55 miliar. Jumlah tersebut menyusut signifikan hingga 79,91% year-on-year (yoy). Pada kuartal III 2020, ELSA mampu mencetak laba sebesar Rp 187,01 miliar. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, ELSA sudah meraih total kontrak baru sebesar Rp 7,6 triliun.

Sementara itu KONTAN mencatat, manajemen Elnusa menargetkan pendapatan pada tahun ini bisa mencapai sebesar Rp 7 triliun.