Sumberwuluh Ditenggelamkan Abu
Sumberwuluh Ditenggelamkan Abu
Media Name :
Republika
Publish Date :
Monday, 06 December 2021
News Type :
Article
Section/Rubrication :
Berita Utama
News Page :
1 & 7
News Size :
1,800 mmk
News Placement :
Front Cover Page
News URL :
-
Journalists :
Umarul Faruq
Mindshare :
Geologi
Tonality :
Neutral
Topic :
Gunung Semeru
Ads Value :
180,000,000
PR Value :
540,000,000
Media Score :
-
Media Tier :
-
Warna-warni hilang dari Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, pada Ahad (5/12) pagi kemarin. Rumah warga, tanaman, masjid, pabrik, kendaraan, pepohonan, seluruhnya kelabu. Abu vulkanis menutupi semuanya.

Bangunan dan kendaraan tak sedikit yang hanya tampak bagian atasnya. Di bawah, abu menumpuk lebih tinggi dari lutut orang dewasa, sisa dari letusan Gunung Semeru pada Sabtu (4/12) sore.

Kemarin pagi, sebagian warga sudah mencoba kembali. "Mulai tadi pagi banyak yang datang. Ada yang melihat-lihat, ada yang ingin tahu kondisi keluarganya,"kata Ponijan, warga Kampung Renteng. Hujan abu juga menyebabkan kematian beberapa ternak di Kampung Renteng.

Aparat TNI dan Polri serta sukarelawan meminta warga tidak mendekati bagian kampung yang tertimbun abu. tapi permintaan mereka tidak diindahkan. Baru sekitar pukul 06.30 WIB, warga yang memadati Kampung Renteng berhamburan lari meninggalkan kampung itu karena petugas menyampaikan peringatan mengenai munculnya asap dari sekitar Gunung Semeru.

Ponijan mengatakan, setelah erupsi Gunung Semeru pada Sabtu sore (4/12), ada beberapa warga kampung yang dilaporkan hilang, diduga tertimbun abu. "Di bawah ini ada rumahnya warga. Yang di ujung itu pabrik tepung. Semuanya tertimbun," katanya sambil menunjuk bangunan-bangunanyang tertutup abu.

Peringatan untuk menjauhi sungai dan menyelamatkan diri apabila terdapat tanda-tanda berbahaya dipasang di dekat sungai di Kampung Renteng. Rambu-rambu jalur evakuasi juga sudah ada di kampung tersebut.

Sejumlahwarga kampung terlihat kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang mereka, termasuk pakaian, kasur, televisi, meja, dan kursi. "Saya ke sini mengambil baju-baju yang masih bisa diselamatkan. Syukurlah keluarga semua aman," kata Muchsin, warga Kampung Renteng yang mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari dampak erupsi Semeru.

Pada Sabtu sore (4/12), Gunung Semeru mengeluarkan asap panasdan menimbulkan hujan abu ke daerah di sekitarnya. Warga yang tinggal di perkampungan di sekitar gunung setinggi 3.676 meterdi ataspermukaan laut itu mengungsi untuk menghindari dampak guguran awan panasnya.

Sinten (60), warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, mengatakan, saat awan panas mulai berguguran, dia tengah berada di rumah bersama keluarganya. "Tiba-tiba suasana menjadi gelap, ada hujan batu disertai awan panas berguguran," katanya kepada Jatimnow, media rekanan Republika, saat ditemui di RSUD dr Haryoto Lumajang, Sabtu (4/12) malam.

Seketika itujuga dirinya langsung panik dan bergegas meninggalkan lokasi rumahnya bersama dengan anak-anaknya. "Di luar sudah banyak orang berhamburan dan berlarian saat kejadian," tutur Sinten.

Sinten mengaku, saat musibah itu datang, dirinya langsung berlari tanpa memikirkan rumah dan harta bendayangiamiliki. "Rumah hancur, saya ti dak memikirkan harta, yang penting saya selamat. Tadi kejadian di sana kayak kiamat," ungkapnya.

Sinten menuturkan bahwa dirinya di rumah sakit tersebut karena anak laki lakinya atas nama Syamsul Arifin (30) mengalami luka bakar. "Dia terkena awan panas karena anak saya bekerja jaga portal," ujarnya.

Dewi Novitasari (17) yang merupakan anak Sinten mengaku gemetar melihat kondisi kejadian di daerahnya karena letusan Gunung Semeru. "Baru kali ini kejadian gunung paling besar yang saya tahu, Mas," ujarnya.

Dirinya bersama saudara dan ibunya langsung berlari menyelamatkan diri menuju lokasi pengungsian. "Sing penting slamet, nggak mikir apa-apa di rumah," ucap Dewi.

Ada juga kisah relawan Baret Rescue Gerakan Pemuda Nasdem Jember menemukan jenazah seorang ibu yang sedang menggendong bayinya tertimbun lahar di Dusun Curah Kobokan, DesaSupiturang, Lumajang, kemarin. "Saat melakukan penyisiran, relawan menemukan jenazah ibudananakyang tertimbu n lahar Semeru," kata Ketua Baret Gerakan Pemuda Nasdem Jember David Handoko Seto saat dihubungi di Lumajang.

la mengatakan, ada 15 orang tim Baret Rescue yang terjun ke lokasi letusan Gunung Semeru untuk membantu tim BPBD Lumajang mengevakuasi korban. "Kamijuga menemukan tiga jenazah yang masih terjebak di dalam truk pengangkut pasir yang tertimbun lahar Semeru," katanya, la menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Lumajang untuk mengevakuasi total tujuh jenazah yang mereka temukan.

David mengatakan, seluruh rumah warga rata dengan tanah tertimbun material lahar Gunung Semeru. Relawan sempat kesulitan ke lokasi karena ketebalan abu vulkanis Semeru.

Tak hanya korban jiwa, Jembatan Perak Piket Nol di Lumajang juga putus diterjang lahar dingin Gunung Semeru. Hal itu menghambat proses pemulihan pasokan listrik di wilayah tersebut. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Adi Priyanto mengatakan, akibat adanya hambatan itu, sedikitnya masih ada 82 gandu distribusi dan 23.015 pelanggan yang terdampak padam.

"Beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau oleh petugas PLN karena adanya aksesjalan utama yang putus akibat lahar dingin, seperti Jembatan Perak Piket Nol," kata Adi. la mengatakan, akses menuju lokasi masih tertutup akibat patahnya jembatan. Personel PLN ia sebut siap untuk segera mengamankan pasokan listrik saat akses telah kembali terbuka.

Adi memerinci, setidaknya ada 112 gandu dan 30.523 pelanggan PLN terdampak akibat letusan Gunung Semeru yang ditunjukkan dengan guguran awan panas yang mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo. "Hingga Sabtu malam, petugas PLN berhasil memulihkan dan menyalakan kembali 30 gardu terdampak. Sudah ada 7.508 pelanggan terdampak telah mendapatkan suplai listrik," katanya.

Airnav Indonesia juga melakukan pengalihan rute penerbangan yang melintas di atas Gunung Semeru. "Airnav Indonesia mengarahkan pesawat yang terbang pada rute di atas Gunung Semeru untuk terbang melewati rute di sebelah utara Pulau Jawa," kata Sekretaris Perusahaan Airnav Indonesia, Rosedi, dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (5/12).

Dia menuturkan, Airnav Indonesia juga melakukan antisipasi dengan koordinasi antarwilayah Flight Information Region (FIR) Ujung Pandang dan Jakarta. Rosedi mengatakan, rute W33 di sebelah selatan Surabaya untuk sementara tidak digunakan.

Rosedi memastikan, Airnav Indonesia terus berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait. Selain itu, pihaknya juga bersiaga jika terdapat informasi terbaru tentang dampak erupsi
Semeru yang berpotensi memengaruhi penerbangan.

Dia menegaskan, Airnav Indonesia berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Ini dilakukan untuk terus melakukan update hasil paper testyang dapat mengidentifikasi intensitas sebaran abu vulkanis di lokasi masing-masing," ujar Rosedi.

Rosedi menuturkan, Airnav juga memperbarui informasi potensi dampak sebaran abu vulkanis terhadap penerbangan. Selain itu, Airnav melakukan langkah antisipasi terhadap potensi dampak abu vulkanis Semeru.

"Airnav akan melaporkan update informasi terkini, terutama kepada para pengguna jasa untuk memastikan semua penerbangan dapat terhindar dari sebaran abu Semeru," tutur Rosedi. ? antara/rahayu subekti/wilda fizriyani ed: f itriyan zamzami