Komit ESG, Upaya Pertamina Wujudkan Bisnis Berkelanjutan
Komit ESG, Upaya Pertamina Wujudkan Bisnis Berkelanjutan
Media Name :
Investor Daily
Publish Date :
Monday, 06 December 2021
News Type :
Article
Section/Rubrication :
Energy
News Page :
4
News Size :
690 mmk
News Placement :
Front Cover Page
News URL :
-
Journalists :
Istimewa
Mindshare :
Minyak Dan Gas Bumi
Tonality :
Neutral
Topic :
Environmental, Social and Governance (ESG)
Ads Value :
48,300,000
PR Value :
144,900,000
Media Score :
-
Media Tier :
-
Resources
  1. Nicke Widyawati - Direktur Utama Pertamina
Komit ESG, Upaya Pertamina Wujudkan Bisnis Berkelanjutan
Jakarta. PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya dalam membangun bisnis berkelanjutan berbasis prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social and Governance (ESG). Hal ini terlihat dari berbagai inisiatif yang tengah dijalankan perusahaan.

Di bidang lingkungan, Pertamina fokus mengatasi perubahan iklim, mengurangi jejak karbon, dan melindungi keragaman hayati. Dalam hal ini, Pertamina menjalankan sejumlah inisiatif dalam rangka mendukung upaya pemerintah menurunkan emisi karbon dan mengakselerasi transisi energi.

Di antaranya adalah dengan berupaya merealisasikan target target pembangkit bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 10 gigawatt (GW) hingga 2026. Inisiatif lainnya termasuk pengembangan proyek carbon capture utilization and storage (CCUS) di Lapangan Sukowati dan Gundih.

“Target kami Pertamina sebagai perusahaan energi di Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak dalam menekan emisi karbon di dunia untuk mengatasiperubahan iklim,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan tertulis.

Pertamina juga berkomitmen memasang panel surya dengan kapasitas total 910 MW hingga 2026 untuk penggunaan daya internal di seluruh wilayah operasi Pertamina Group serta menghadirkan 5.000 unit SPBU dengan pembangkit listrik tenaga surya di seluruh Indonesia.

Nicke menambahkan, perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen (dibandingkan 2010) pada tahun 2030 mendatang. Pertamina, lanjut Nicke, juga secara konsisten meningkatkan efisiensi energi dari tahun ke tahun. Per 2020, misalnya, efisiensi energi tercatat hingga 92,57 gigajoule (GJ).

Melindungi keanekaragaman hayati, Pertamina turut andil dalam pelestarian 87 spesies hewan endemik yang sebagian besar dalam kondisi kritis seperti Gajah Sumatera, Monyet Yaki, Owa Jawa, dan Elang Bondol serta konservasi 52 jenis tumbuhan endemik, diantaranya Anggrek Bulan Sumatera, Pohon Tarap Kalimantan, Kantong Semar Sumatera, dan konservasi berbagai jenis Mangrove.

Sementara itu di aspek sosial, Pertamina fokus pada lima aspek yaitu kesehatan dan keamanan, pencegahan kecelakaan, rekrutmen karyawan, pengembangan dan retensi, inovasi dan riset.

Dilansir dari keterangan tertulis Pertamina, beberapa inisiatif yang dijalankan termasuk vaksinasi Covid-19 bagi seluruh karyawan Pertamina. Perusahaan juga menargetkan 250 jam pelatihan per karyawan per tahun. Tercatat di tahun 2020 total ada 2,5 juta jam belajar.

Selain itu, BUMN energi yang menginjak usia ke-64 tahun ini juga aktif dalam keterlibatan dan dampak komunitas. Pertamina  menjalankan sejumlah program CSR yaitu Pertamina Cerdas, Pertamina Sehat, Pertamina Hijau dan Pertamina Berdikari.

Mendukung pembinaan usaha mikro dan kecil (UMK) di Indonesia, Pertamina menyelenggarakan Pertamina SMEXPO yaitu wadah pengembangan para pelaku UMK dalam menggunakan marketplace untuk meningkatkan jangkauan pasar.

Tidak hanya menyediakan tempat belanja di marketplace, Pertamina SMEXPO juga memberikan fungsi lebih bagi peserta.
Dalam kegiatan tersebut, UMK dapat mengikuti Business Matching dan Coaching Session yang membantu UMK untuk terus memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Di aspek tata kelola, Pertamina fokus pada keamanan siber dan corporate ethics. Menurut Nicke, Pertamina telah mendeklarasikan Piagam New Pertamina Clean, sebuah komitmen untuk menjaga integritas dan transparansi perusahaan.
Piagam New Pertamina Clean ini ditandatangani oleh seluruh jajaran dewan direksi dan dewan komisaris.

Deklarasi ini merupakan komitmen implementasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di perusahaan dan sejalan dengan tata nilai Clean Pertamina. “New Pertamina Clean ini diharapkan dapat dijalankan menjadi budaya dan values baru untuk memperkaya, dan menyempurnakan insan Pertamina yang berintegritas, bersih dan transparan,” tegas Nicke.

Delapan Inisiatif EBT Dalam rencana jangka panjang perusahaan (RJPP), Pertamina telah menetapkan target porsi bauran EBT pada 2050 mencapai sebesar 31%. Untuk mencapai target besar tersebut, Pertamina melakukan delapan inisiatif EBT.
Pertama, meningkatkan kapasitas pembangkit geothermal dari 672 MW pada 2020 menjadi 1.128 MW pada 2026.

Kedua, memulai inisiatif pemanfaatan green hydrogen di Indonesia yang akan menggunakan listrik dari lapangan panas bumi Pertamina dengan total potensi 8.600 kilogram hidrogen per hari.

Ketiga, berpartisipasi dalam joint venture (JV) Indonesian Battery Company dengan memproduksi baterai 140 GWh pada 2029 dan mengembangkan ekosistem baterai EV termasuk swapping dan charging business.

Keempat, pembangunan pabrik metanol untuk gasifikasi dengan kapasitas 1.000 KTPA dan rencana on stream pada 2025.
Kelima, membangun green refinery atau kilang ramah lingkungan dengan kapasitas 6-100 KTPA pada 2025.

Keenam, meningkatan kapasitas pembangkit bersih pada 2026, terdiri atas biomassa dan biogas 153 MW, bio blending gas oil & gasoline, biocrude dari alga, dan etanol 1.000 KTPA dengan target on stream pada 2025.

Ketujuh, menerapkan circular carbon economy di beberapa daerah di antaranya dengan melakukan recycle untuk biomassa dan biogas, reduce lewat solar PV, EV, LNG bunkering, serta reuse melalui CO2 untuk EOR dan metanol.

Kedelapan, mengembangkan EBT melalui pembangunan dimetil eter (DME) dengan kapasitas 5.200 KTPA dan target on stream 2025 serta meningkatkan kapasitas pembangkit pada periode 2020-2026 yang mencakup solar PV-4dengan kapasitas hingga 910 MW, bayu 225 MW pada 2024, dan hidro antara 200-400 MW.

“Pertamina memiliki komitmen kuat pada pengembangan EBT. Dalam RJPP, Pertamina telah menetapkan target EBT yang tahun 2030 porsinya mencapai 17%. Dengan 8 inisiatif tersebut, kami yakin target dapat tercapai,” pungkas Nicke.