Pemerintah Jamin Pasokan Energi Pasca-Erupsi Semeru
Pemerintah Jamin Pasokan Energi Pasca-Erupsi Semeru
Media Name :
Investor Daily
Publish Date :
Monday, 06 December 2021
News Type :
Article
Section/Rubrication :
Energy
News Page :
4
News Size :
900 mmk
News Placement :
Front Cover Page
News URL :
-
Journalists :
Rangga Prakoso
Mindshare :
Geologi
Tonality :
Positive
Topic :
Gunung Semeru
Ads Value :
63,000,000
PR Value :
189,000,000
Media Score :
-
Media Tier :
-
Resources
  1. Agung Pribadi - Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM
  2. Adriansyah - Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur
  3. Fajriyah Usman - VP Corporate Communication Pertamina
  4. Andiani - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin ketersediaan pasokan energi yakni listrik, BBM, dan LPG di Lumajang pascaerupsi Gunung Semeru. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan hari Minggu (5/12) pagi, 33 gardu sudah menyala kembali, sehingga sebanyak 7.697 pelanggan telah mendapatkan suplai listrik. Selain listrik, pasokan BBM dan LPG juga tetap dijaga keandalannya.
Rangga Prakoso
"Kami memastikan bahwa pasokan listrik, BBM, dan LPG tetap aman. Kami terus berkoordinasi dengan PLN dan Pertamina untuk memastikan masyarakat terdampak erupsi Gunungapi Semeru tetap mendapat suplai listrik, BBM, dan LPG seperti sedia kala,” kata Agung di Jakarta, Minggu (5/12).

Untuk menambah pasokan listrik, PLN juga telah mengumpulkan genset portable berkapasitas 2,2 sampai 4 kilowatt (kw) sebanyak 8 unit, kapasitas 23 kw sebanyak 1 unit dari ULP dan UP3 terdekat, serta menyiapkan personel bantuan dari ULP/UP3 terdekat.

Sementara itu, Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adriansyah menuturkan sebanyak 112 gardu terkena dampak erupsi.

Namun pada hari Minggu pukul 06.00 WIB, dari 112 gardu yang terdampak kini 33 gardu sudah menyala kembali, sehingga sebanyak 7.697 pelanggan telah mendapatkan pasokan listrik. “Dalam upaya pemulihan listrik di lokasi bencana, bagi kami keselamatan masyarakat tetap yang utama,” ujarnya.

PLN masih terus berupaya memulihkan seluruh pasokan listrik ke pelanggan. Hingga kini, masih ada 79 gardu distribusi dan 22.826 pelanggan yang terdampak padam. Adapun wilayah yang masih pada tersebut adalah Desa Pronojiwo, Desa Supit Urang, Desa Taman Ayu, Desa Tempursari dan Desa Curah Kobokan.

Adriansyah menjelaskan, beberapa daerah yang masih padam belum dapat dijangkau oleh petugas PLN dikarenakan adanya akses jalan utama (Jembatan Per-ak Piketnol) yang roboh akibat erupsi.

“Saat ini akses menuju lokasi masih tertutup, akibat patahnya jembatan Perak di Pronojiwo. Personil PLN akan segera mengamankan pasokan listrik di lokasi terdampak saat akses kembali dibuka, tentunya dengan mengutama-kan keselamatan dan keamanan seluruh personil dan berkoordinasi dengan BPBD dan TNI Polri,” paparnya.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menuturkan Pertamina Patra Niaga di wilayah Jatimbalinus memastikan ketahanan stok BBM dan LPG serta penyaluran kedua jenis produk tersebut tetap lancar. Di Kabupaten Lumajang, terdapat 17 SPBU dan 12 Agen LPG PSO (Subsidi) yang saat ini tetap beroperasi.

“Di wilayah terdampak terdapat lembaga penyalur terdekat yaitu SPBU 54.673.10 yang berada di Kec. Pronojiwo atau 14 kilometer dari Puncak Semeru.

Dikarenakan jembatan Gladak Perak terputus maka SPBU tersebut akan dialihkan supply nya melalui Integrated Terminal Surabaya dari sebelumnya melalui Fuel Terminal Malang,” tuturnya.

Fajriyah menerangkan bahwa Pertashop di desa terdekat yaitu Sumberurip, Sumberwuluh, Penanggal dan Kloposawit terpantau tetap beroperasi namun juga akan dialihkan supply dari Fuel Terminal Malang ke Integrated Terminal Surabaya.

“Untuk penyaluran LPG di Kec. Pronojiwo dan Tempursari saat ini stock terpantau aman namun juga akan ada pengalihan supply dari SPPBE dari sebelumnya di wilayah Kabupaten Lumajang ke SPPBE di Kabupaten Malang dengan rata-rata penyaluran 40.000 tabung per bulan,” terangnya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Andiani menjelaskan Gunungapi Semeru masih berada dalam status level II (Waspada) yang sudah berlangsung sejak Mei 2012.

Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor selatantenggara, serta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sarat.

“Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya,” jelasnya.

Andiani menerangkan pihaknya telah menyampaikan peringatan dini kepada pemerintah daerah Lumajang maupun Gubernur Jawa Timur terkait kondisi Gunungapo Semeru pada 1 dan 2 Desember kemarin. Erupsi Gunungapi Semeru terhadi pada Sabtu (4/12) kemarin. “Peningkatan aktivitas pada 1 Desember dan kami sampaikan ke stakeholder melalui WA gruop. 2 Desember kami sampaikan ke Bupati Lumajang berisi himbauan dan kami sampaikan ke Gubernur Jatim,” ungkapnya.