PLN Berharap Pemerintah Tambah Insentif Mobil Listrik
PLN Berharap Pemerintah Tambah Insentif Mobil Listrik
Media Name :
Investor Daily
Publish Date :
Saturday, 04 December 2021
News Type :
Article
Section/Rubrication :
Energy
News Page :
9
News Size :
600 mmk
News Placement :
Front Cover Page
News URL :
-
Journalists :
ayu
Mindshare :
Ketenagalistrikan
Tonality :
Neutral
Topic :
insentif mobil listrik
Ads Value :
42,000,000
PR Value :
126,000,000
Media Score :
-
Media Tier :
-
Resources
  1. Zulkifli Zaini - Direktur Utama PLN
  2. Bob Saril - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN
  3. Kukuh Kumara - Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)

JAKARTA - PT PLN (Persero) berharap pemerintah dapat menambah insentif yang diberikan ke mobil listrik menjadi sama seperti insentif mobil bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, selain memangkas emisi karbon, mobil listrik juga dapat menghemat devisa negara.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, untuk mengakselerasi ekosistem mobil listrik dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya, pihaknya melihat masyarakat membutuhkan kebijakan yang lebih menarik untuk membeli mobil listrik dibandingkan membeli mobil fosil, sehingga dapat dinikmati masyarakat lebih luas.

Saat ini. lanjutnya, pemerintah telah menghapus PPnBM mobil sebagai insentif agar masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan ini. ‘Tetapi ada dua pajak, yaitu PPn dan PPh, yang dinikmati oleh mobil fosil, namun belum dinikmati mobil listrik. Kami yakin dan berharap kebijakan pemerintah untuk dapat melakukan penghapusan dari PPn dan PPh tersebut sesuai yang dinikmati mobil fosil." kata dia dalam keterangan resminya. Kamis (2/12).

Dia menjelaskan, tidak hanya ramah lingkungan karena minim emisi karbon, penggunaan kendaraan listrik juga dapat membuat perekonomian lebih stabil. Pasalnya, listrik yang menjadi energi penggerak kendaraan tersebut berasal dari pembangkit yang energi primernya tersedia di dalam negeri.

Dampak selanjutnya, sebut Zulkifli, penggunaan kendaraan BBM akan berkurang, sehingga negara juga dapat mengurangi impor minyak dan berujung pada penghematan devisa. Kondisi ini akan menekan angka defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dan membuat perekonomian dalam negeri lebih stabil.

“Kita paham kita mengimpor triliunan rupiah bahan bakar untuk mobil fosil, sementara untuk mobil listrik kita tidak melakukan impor terkait dengan energi primer. Ini dua hal yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kita ke depan.” ujar Zulkifli.

PLN pun terus membangun fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk memudahkan penggunan kendaraan listrik mengisi energi. Hingga saat ini. SPKLU yang telah dibangun PLN sebanyak 60 unit yang terletak di 45 lokasi pada 21 kota.

Jumlah tersebut akan bertambah karena PLN sedang membangun 54 unit SPKLU di 21 kota.

“Untuk percepatan pembangunan SPKLU. PLN membuka kesempatan bagi swasta untuk ikut berpartisipasi dengan n skema bisnis yang sudah disiapkan PLN." tutur Zulkifli.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menambahkan. bermanfaat bagi negara, masyarakat juga bisa mendapat manfaat penghematan biaya jika menggunakan

kendaraan listrik. Saat ini. PLN memberikan diskon 30% kepada pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya baterainya di rumah, yakni menjadi Rp 1.100 per kilowatt hour (kWh).

“Setiap 1 kWh listrik setara 1 liter bensin. 1 KWh sama dengan 10 km jalan. Jadi ini 1 banding 5. Rp 9.000 per liter BBM dengan hanya Rp 1.100 untuk per kWh. atau katakan Rp 1.500 kalau harga biasa. Artinya, masyarakat juga ikut menikmati karena hemat tadi." ungkapnya.

Selain itu. PLN juga memberikan fasilitas potongan biaya tambah daya bagi pemilik kendaraan listrik yang ingin menambah daya listriknya, yakni menjadi hanya Rp 150 ribu dari sebelumnya Rp 4.5 juta.

Menurut Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, pembangunan ekosistem kendaraan listrik perlu didukung dengan kebijakan yang dapat mengurangi harga kendaraan listrik. Pasalnya, saat ini harga kendar aan listrik masih terbilang mahal. Sementara negara lain telah menerapkan kebijakan subsidi untuk menekan harga kendaraan listrik agar masyarakatnya beralih menggunakan kendar aan tersebut.